Sejarah

Sejarah

Nama Meja

Foto: Gagasan dari Dani Sumardani, Amd (berkacamata kedua dari kanan) untuk mendirikan Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi disetujui oleh Prof. Sarwidi (tengah), yang dilanjutkan dengan penanda-tanganan komitmen pendirian museum tanggal 21 Juli 2007 dengan penggagas (Dani Sumardani) dan ketua pengelola perdana (M. Nuryadin, kedua dari kiri) untuk membentuk Dewan Pendiri Museum (Dani Sumardani, M. Nuryadin, Sarwidi) di embrio lokasi museum tahun 2006 – 2007 di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta yang difasilitasi oleh CEEDEDS UII. Dewan Pendiri segera memroses badan hukumnya, yaitu Lembaga Museum Prof. Dr. Sarwidi ber Akta Notaris: Muhammad Yusuf Anwar, No. 3, tanggal 8 November 2007. (Kode Lokasi: MGS 11)

Klik/Click di sini untuk LOKASI Museum

Klik/Click di sini untuk KONTAK KUNJUNGAN Museum

JICA 2006

Diskusi dan masukan dari Ketua Asosiasi Insinyur Teknik SIpil Jepang da Ketua Asosoasi Arsitek Jepang serta Pejabat JICA Pusat Tokyo. Tahun 2006.

Kalsruhe c2006

Diskusi dan masukan dari para Kolega GTZ dan Karlsruhe University, Jerman. Tahun 2006.

kunjungan dari Nottingham Inggris

Diskusi dan masukan dari para Kolega Manchester University , Inggris. Tahun 2007.

kunjungan dari Housler Berkeley Amerika Serikat

Diskusi dan masukan dari  Kolega California, Amerika Serikat. Tahun 2006.

kunjungan masyarakat moslem international

Diskusi dan masukan dari  para Kolega negara-negara Islam. Tahun 2007.

kunjungan dari Oxford Inggris

Diskusi dan masukan dari  Kolega Inggris. Tahun 2010.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Penyambutan tamu Menteri Perumahan Rakyat dan Rombongan. tahun 2005.

DSCN2449

Diskusi dan masukan dari  para Kolega Kementerian Luar Negeri Jepang dan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Tahun2014.

KEMBALI KE HALAMAN MUKA –>> KLIK DI SINI (BACK TO THE FRONT PAGE)

Kontak Kunjungan & Lokasi Museum /Visit Contact & Museum’s Location: Click/Klik di sini

— Maaf, Website ini sedang dalam perbaikan —

— Sorry, this website is under construction —

Paket Lava Tour Khusus Reuni

Paket 1 Individual (masih tersedia): Para peminat dapat mengikuti paket individual per orang Rp. 175.000. Klober (kelompok berangkat) A. Sabtu 15 Agustus 2015 jam 13.30.

Paket 2 kelompok (sudah ditutup): Para peminat dapat memilih Klober (Kelompok Berangkat) Sabtu 15 Agustus 2015 adalah: B. Jam 09.00. C. Jam 12.30. D. Jam 15.00. Tarip  per mobil (all in, termasuk driver) Rp. 650.000 (bisa utk max 4 orang).

Peserta Lava Tour berkumpul di Gedung FTSP UII Jl. Kaliurang, Yogyakarta, paling lambat 15 menit sebelum jam keberangkatan.

Trip / Rute adalah Kampus UII Jakal – Lereng Merapi PP menggunakan Mobil Jelajah Merapi berupa Jeep dan Land Rover.

Pendaftaran: HANYA melalui no HP 081578063445 / 081930700086 (SMS) mulai sekarang sampai tgl 13 Agustus 2015, namun akan ditutup apabila semua kendaraan jelajah sdh dipesan, mengingat dlm liburan Long Week End. SMS diminta menyebutkan Nama lengkap dan Klober yang dipilih serta konfirmasi pemberitahuan bahwa sdh mentransfer uang muka Rp. 150.000. Pelunasan paling lambat tgl 14 Agustus 2015 jam 12.00. Pembayaran: HANYA melalui transfer ke Rekening Bank Mandiri atas nama: Dewi Erna Rahhayu No. Rekening: 137-001-159-647-1.

Apabila sampai tanggal ditetapkan tidak melunasi pembayaran, maka pemesanan dianggap batal dan uang muka tidak dapat dikembalikan. Terimakasih:

Tim Musega (Museum Gempa). Rev: 06/Agt/15 Jam 11.00

10292221_779382275414699_2252123421233195837_n11392925_1104425599572786_7767813085782695086_n11150723_1087628134585866_5018952438756763333_n11667546_10207259339421269_4696478278810375044_n11140299_989574464395478_3407592549802881612_n11880307_10207544720315613_98075306_n

 

 

===============================

Kompas Cetak: 03 Juli 2015. Halaman: 16.

MENDIDIK WARGA SADAR GEMPA

“Jika akademisi hanya mengandalkan ruang kelas dan seminar untuk menyampaikan ilmunya, transformasi keilmuan ke masyarakat akan amat lambat” (Sarwidi, Kaliurang, Indonesia, Juli 2015)

Berita selanjutnya, silahkan klik di sini.

IMG_8537a

=================================================

Kompas Cetak: 13 Juli 2015. Halaman: 14.

MENGANTISIPASI BENCANA GEMPA DENGAN BARRATAGA. 

“Prinsip dasar BARRATAGA adalah dengan memberi pengikat-pengikat praktis yang biasanya terbuat dari pengekang beton bertulang sederhana untuk memperkokoh bangunan. Selain itu, Sarwidi juga memberi lapisan pasir di bawah fondasi bangunan. “Lapisan pasir ini berfungsi sebagai bantalan yang meredam gaya gempa,” kata Sarwidi.

Berita selanjutnya, silahkan Klik di sini

11705306_1440155259643815_407861403177860171_n

=================================================

VIDEO UJI RUNTUH TARIK BANGUNAN

Uji bangunan tahan gempa vs tidak tahan gempa melalui uji runtuh tarik (pulling down) tahun2012 di Bandung oleh JICA & Kemen PU yang didukung oleh Prof. Sarwidi dan para kolega Jepang dan Indonesia. Silahkan klik di sini.

==========

Gempa Nepal 25 April 2015

Oleh: Irwan Meilano

(Via FB: 26 April 2015. Taged: Awang Satyana, Sarwidi Uii Bnpb)

Fakta dan mekanisme gempa

Gempa Nepal terjadi 25 April 2015 dengan magnitudo Mw 7.8 pada kedalaman 15 km. Gempa ini memiliki mekanisme sesar naik, dengan pergeseran maksimum pada bidang gempa mencapai 4 meter. Luas bidang yang bergeser mencapai 160x120km. Goncangan yang dirasakan mencapai intensitas IX (MMI) atau goncangan sangat keras yang dapat menghancurkan bangungan yang dibangun tanpa kaidah rekayasa yang baik. Secara tektonik wilayah Nepal dibentuk sebagai akibat proses tumbukan lempeng benua India yang masuk dibawah benua Eurasia dengan kecepatan 45mm/tahun.

Sejarah bencana kegempaan

Kondisi teltonik ini mengakibatkan telah terjadi beberapa gempa besar di wilayah ini, seperti gempa tahun 1934 dengan M8 yang mengakibatkan lebih dari 10 ribu jiwa menjadi korban.

Analisis Dampak Bencana

Faktor yang menyebabkan jumlah korban yang banyak akibat gempa ini adalah karena:

  1. gempa bermagnitudo besar yang terjadi pada lokasi yang dangkal,
  2. terjadinya berdekatan dengan lokasi penduduk yang padat dengan infrastruktur yang tidak disiapkan untuk menghadapi gempa besar,
  3. goncangan gempa diperkuat oleh adanya faktor amplifikasi di beberapa tempat terutama disekitar katmandu, yang terbentuk dari lapisan tanah lunak yang dulunya berupa danau, dan
  4. goncangan gempa diikuti dengan longsoran dari beberapa tebing es ataupun batuan.

Pembelajaran bagi Indonesia.

Dengan kondisi tektonik yang komplek, maka potensi gempa besar bisa terjadi di berbagai tempat di Indonesia. Beberapa kota besar dengan penduduk padat di Indonesia harus dipersiapkan infrastukturnya untuk menghadapi goncangan keras akibat gempa.

Faktor perbesaran goncangan lokal

Faktor amplikasi (perkuatan goncangan) seperti yang terjadi pada saat gempa Nepal atau pada saat gempa Jogja 2006, mungkin juga dialami oleh beberapa kota di Indonesia yang ditutupi oleh sedimen lunak yang tebal, seperti kota Bandung.

Kota Bandung

Kota bandung, memiliki sedimen tebal yang menutupi danau Bandung purba. Sehingga pemahaman akan potensi bencana dan upaya mengurangi risikonya harus menjadi prioritas dalam proses pembangunan di Indonesia.

Editor:

Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi, 27 April 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *